Senja di Ujung Nama Oleh Nia Khusnia Senja selalu datang dengan warna jingga yang lembut dan menakjubkan, namun juga menyimpan luka di ujungnya. Di beranda rumah kayu pe…
Rie, Ini Beberapa Pengakuanku Oleh Yessi Alma’wa /1/ Rie, hampir lima tahun lamanya kita tak saling menyapa. Aku menghormati kebencianmu yang abadi itu terhadapku. Bagaimana tidak…
Separuh Oleh Mufidatul Ameilia Namaku Sarah. Selamat datang di bilik sunyi dalam kepalaku, sebuah semesta yang teranyam dari untaian halu, harapan yang terla…
Gulai Kepala Ikan Oleh Kamila Nurul Qalbi Seorang pria paruh baya tengah mengecek motor kebanggaannya yang biasa ia gunakan untuk berdagang crepes sehari-hari. Sesekal…
Harga Sebuah Kebenaran Oleh Yessi Alma’wa Di dalam ruang persidangan yang penuh sesak dan sedikit pengap, saya duduk dengan tegap. Dalam pikiran, saya bergelut dengan perta…
Dendang Terakhir di Bawah Marapi Oleh Abdil Ananda Prasasca Lembah Anai masih berselimut kabut saat bus antarprovinsi itu menurunkan perantau terakhirnya di pinggir jalan raya Padang…
Arga si Pemulung yang Bermimpi Menjadi Guru Tanpa Pernah Bersekolah Oleh Dimas Andrean " Nama gue Arga. Umur gue 30 tahun. Dan sejak kecil, sahabat gue bukan manusia—tapi buku." Gue inget banget pertama kali…
Bayang-Bayang Uang Haram Oleh Nailah Surfi Irawan Di sebuah desa kecil bernama Harmoni, terletak di lereng gunung hijau yang menjulang di Jawa Tengah. Kehidupan di desa terse…