Di Antara Cicilan dan Kesetiaan Oleh Arief Munandar Hujan di kota itu jarang turun pelan tetapi hampir selalu jatuh seperti seseorang yang marah—membentur atap seng, meluap di selok…
Di Balik Derasnya Hujan Padang Oleh Tesa Maika Putri Hujan di Padang mulai dari tanggal 21 November sampai 27 November 2025 seperti doa yang tak henti-hentinya jatuh dari langit ta…
Air yang Menghapus Jejak Oleh Rayesha Fadhilla Rivas Akhir-akhir ini hujan turun hampir setiap hari di Padang. Kadang deras, kadang hanya gerimis halus yang jatuh pelan sepe…
Sisa Uang di Saku Kiri Oleh Nia Rahmayuni Jam weker di pojok kamar kos bergetar keras. Bunyi jarumnya terdengar jelas karena hanya itu yang bergerak di pagi hari. Rania mem…
Akan Kucuri Hatimu dari Kenanganmu Oleh Ramli Lahaping Perahu melaju menyongsong pagi. Angin menerpa, dan kita makin beku dalam kebisuan. Kau yang berada di depanku, sama sekali tak te…
Perempuan Bermata Teduh Oleh Firman Fadilah Siti mengernyitkan dahi ketika kuungkapkan perasaan yang sesungguhnya. Apa salahnya? Siti terpaku sesaat. Lalu, tawanya meledak. …
Stop Bullying! Oleh Arief Munandar Pagi itu, langit di atas SD Harapan Bangsa tampak mendung. Angin berembus pelan, menggerakkan daun-daun di halaman sekolah. Di an…
Pengkhianatan Seorang Istri Oleh Arief Munandar Hujan turun perlahan di siang itu ketika Rian menutup pintu ruang kelas di sekolah tempat ia mengajar. Langit tampak seperti lemb…
Lintasan yang Berbelok Oleh Nurut Tajalla Tidak ada seorang pun yang memperingatkan Raya tentang hari ketika dunia yang sudah ia bangun selama bertahun-tahun akan runtuh ta…
Senandung Senja di Bukit Bintang Oleh Tara Agustina Angin dingin bulan September merayapi punggung Bima, menusuk lewat celah-celah jaket tebalnya. Ia berdiri di ketinggian, di ambang…