Cerpen Pilihan

Cinta Pertama

Akhir semester kedua kelas satu SMP menjadi awal dari sebuah penderitaan yang kelak akan dikenang Gilang sebagai pengalaman paling konyol dalam hidup…

Perempuan Bermata Teduh

Siti mengernyitkan dahi ketika kuungkapkan perasaan yang sesungguhnya. Apa salahnya? Siti terpaku sesaat. Lalu, tawanya meledak. "Kamu sehat?&qu…

Ketika Hati Belajar Pulang

Hujan turun deras malam itu. Dari balik jendela kamar kecilku, cahaya lampu jalan menembus tirai tipis dan membentuk bayangan samar di dinding. Aku d…

Perempuan di Bibir Dermaga

Seorang perempuan berwajah sendu berdiri di bibir dermaga. Ia menatap ke permukaan laut. Meskipun pantulan wajahnya tak tampak di sana, ia tak mengal…

Hikmah dan Hidupku

Oleh Eka Wirdiyani Jamilah Hai, Assalamualaikum... kenalkan aku Tantya. Seorang remaja berusia 16 tahun yang sedang duduk di bangku taman sekolah be…

Bapak yang Tersesat di Terminal Mengwi

Matahari Bali mulai beranjak turun ketika aku tiba di Terminal Mengwi. Langit senja mewarnai dinding-dinding terminal yang dipenuhi turis dengan rans…

Selamat Malam

Cerita pendek ini merupakan karya fiksi yang berangkat dari realitas sosial tentang pengabaian emosional dalam keluarga. Setiap tokoh dan peristiwa …

Harga Sebuah Kebenaran

Oleh Yessi Alma’wa Di dalam ruang persidangan yang penuh sesak dan sedikit pengap, saya duduk dengan tegap. Dalam pikiran, saya bergelut dengan perta…
© Sepenuhnya. All rights reserved.