Di Antara Cicilan dan Kesetiaan Oleh Arief Munandar Hujan di kota itu jarang turun pelan tetapi hampir selalu jatuh seperti seseorang yang marah—membentur atap seng, meluap di selok…
Senja di Ujung Nama Oleh Nia Khusnia Senja selalu datang dengan warna jingga yang lembut dan menakjubkan, namun juga menyimpan luka di ujungnya. Di beranda rumah kayu pe…
Rie, Ini Beberapa Pengakuanku Oleh Yessi Alma’wa /1/ Rie, hampir lima tahun lamanya kita tak saling menyapa. Aku menghormati kebencianmu yang abadi itu terhadapku. Bagaimana tidak…
Separuh Oleh Mufidatul Ameilia Namaku Sarah. Selamat datang di bilik sunyi dalam kepalaku, sebuah semesta yang teranyam dari untaian halu, harapan yang terla…
Arti Sebuah Percaya “Ada satu hal yang tidak akan lepas dari dalam diri manusia dan membuatnya tetap hidup, betapapun Tuhan mengujinya. Itu adalah rasa percaya.” Dari je…
Aku Bisa Oleh Isnaini Rammahdina Di suatu pagi yang cerah, seperti biasa anak perempuan berambut panjang, berwarna kulit sawo matang, berjalan menuju gerbang …
Lelaki dengan Mata Ikan Cupang Oleh Salwa Ratri Wahyuni Mati dengan pemandangan terakhir plafon rumah sakit adalah mimpi terburuk Kalu. Putih, datar, dan tak menarik. Tentu lelaki …
Pahitnya Kehidupan Pasti akan Berbuah Manis Oleh Ahmad Syafiul Anam Pemuda yang pantang menyerah bernama Febri, seorang anak dari orang tua sederhana yang memiliki 3 seorang saudara kandung, di…
Lampu Petromaks di Balik Jendela Oleh Dimas Andrean Namaku Damar. Umurku lima belas tahun. Dan tiap malam, cahaya petromaks adalah satu-satunya hal yang menyalakan harapanku. Rumahku…