Keluarga

Langkah yang Tersisa di Ambang Pintu

Angka 98 di layar laptop itu bersinar lembut dalam remang kamar. Di bawahnya berderet 95, 100, dan satu angka 88 berhuruf A-. Ans mematikan layar, la…

Jangan Protes Nasi Ini

Aroma bunga melati samar-samar masih tertinggal di ruang tengah, berbaur dengan sisa-sisa doa yang dipanjatkan para tetangga yang melayat tadi siang.…

Pelukan yang Berubah Menjadi Ketegaran

Tanggal 14 Juli seharusnya menjadi hari yang membahagiakan bagi Rachel. Hari itu adalah hari ulang tahunnya. Sejak pagi, Rachel membayangkan ucapan s…

Tali Nilon di Leher Banyu

​"Jika aku dimakan buaya, Pak, Bu. Tolong jangan bunuh buayanya karena dia tidak salah. Aku hanya menyatu dengan dirinya dan rawatlah dia sepert…

Ibu, Garam Itu Masih Tersisa

Hai, namaku Alfian, anak dari keluarga yang sederhana. Sejak kecil, aku sudah terbiasa makan seadanya, jauh dari seperti makanan yang dibawa oleh tem…

Sore Penuh Drama Bunga Mawar

Kemarin sore saya tidak ada kerjaan. Jadi, saya nyekrol T*kt*k. Tiba-tiba ada orang yang makan mawar lewat di beranda. Saya jadi penasaran dan ingin …

Mancing Bersama Oom

Pada hari Jum'at sore, saya pergi mancing bersama Oom di sawah RT 16. Lama termenung memegang pancing, belum satu pun ikan menghampiri, padahal O…

Jamu Penghilang Flu dan Batuk

Hari Ahad siang, seorang anak bermain layangan di Lapangan Gajah Fajar Indah. Namanya Farhan. Saat asyik bermain, tiba-tiba hujan turun. Farhan pun b…

Adik Kecilku

Hidup di pedesaan dengan suasana yang jauh dari kebisingan kota adalah hal yang sangat Ria syukuri. Laut dan pantai yang begitu dekat, tetangga yang …

Kesempatan Kedua

Malam itu, laut tampak lebih gelap dari biasanya. Ardiansyah berdiri di atas perahu kayunya yang bergoyang pelan diterpa ombak. Angin asin menerpa wa…
© Sepenuhnya. All rights reserved.