Mancing Bersama Oom

Cerpen ini mengisahkan keseruan memancing di sawah bersama Oom. Dari tak mendapat ikan hingga berhasil menangkap gabus, apa rahasianya?

Pada hari Jum'at sore, saya pergi mancing bersama Oom di sawah RT 16. Lama termenung memegang pancing, belum satu pun ikan menghampiri, padahal Oom sudah dapat banyak. Oom pun mengajari saya bagaimana mancing yang benar.

Mancing Bersama Oom

"Loh, Fa, belum dapat, toh, kamu?" tanya Oom.

"Belum, Om, paling ikannya pada puasa!" jawab saya.

"Ikannya yang puasa, apa kamu yang gak bisa mancing?" Oom meledek.

"Keduanya, hehe." Saya cengar-cengir.

"Sinilah, Oom ajarin cara mancing yang bener. Pertama ambil cacing yang sesuai sama kail pancingnya. Kedua, cari tempat yang airnya tenang dan keruh. Ketiga, kalau umpannya sudah dimakan ikan, langsung disentak yang kuat pancingnya, jangan kaya bencong kalok nyentak," jelas Oom.

"Idih, bencong dibawa-bawa. Okelah tak coba ya Om." Saya menjawab.

Tak lama setelah itu, pancing saya disambar ikan. Saya pun menyentak pancing dengan kuat.

"Wah, ternyata benar, ya Om, langsung dapat, loh!" Saya kaget karena trik Oom benar.

"Kan, benar toh, kata Oom, makanya jangan ngeyel!"

"Iya, iya! Om, langsung dapat gabus, loh!" seru saya gembira karena langsung dapat ikan.

"Iyalah, ayok kita pulang soalnya sudah sore!" ajak Oom untuk pulang.

"Iyalah, Om, ayo pulang, saya pun udah capek!"

Kita pun pulang dengan selamat, dengan membawa banyak ikan. Sesampai di rumah, ikannya langsung dibersihkan sama Oom, lalu digoreng untuk lauk.

Penulis:

Rafandra Aqram merupakan siswa kelas V SDN 3 Pulau Besar.

Catatan:

Cerita ini dikirim oleh guru didiknya, Ummi Sulis.

© Sepenuhnya. All rights reserved.