Oleh Paijaa
Gadis yang sudah mulai berdamai dengan keadaannya, sudah bisa tertawa lagi, bercanda, tahu cara tersenyum kembali. Namun seolah diterpa badai besar, mimpi buruk itu kembali terjadi, tak sengaja netranya melihat sesuatu yang bikin hatinya hancur dan kecewa kembali, tragedi yang sangat dibencinya kini menerpa kembali.
Gadis itu berjuang untuk hidupnya sendiri, kesepian bertahun-tahun, kecewa sendiri, diabaikan. Dia sudah berusaha sebisa mungkin, sekuat mungkin untuk berdamai, tapi… apa yang terjadi? Gadis itu kembali ke mimpi buruk yang selalu menghantui dirinya.
Netranya tak sengaja melihat sebuah jepretan, hah dia tertawa kecil…, tapi tak sadar bersamaan dengan cairan yang sudah meluncur dari pelupuk matanya.
Gadis itu hanya marah, sedih, kecewa karena dia harus mengusahakan apa-apa sendiri. Dia hanya dianggap sebagai parasit, beban yang harus dipertanggungjawabkan, sedangkan orang yang tidak ada hubungan apapun, bukan darah dagingnya saja, seolah merupakan tanggung jawab dan kewajiban yang harus diusahakannya.
Dia hanya dianggap sebagai orang asing yang tidak pantas dapat kasih sayang dan perhatian. Gadis malang ini hanya penghambat bagi dia untuk menjadi sebuah KELUARGA YANG UTUH.
Mungkin prinsipnya jalani hidup masing-masing, sekalipun kau darah dagingku kau bukan tanggung jawabku, kau bukan anak yang harus kudukung dan kau hanya orang asing bagiku.
Biodata Penulis:
Faiza Nilma Nengsi (Paijaa) lahir pada tanggal 2 Mei 2007. Mahasiswi Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. Penulis bisa disapa di Instagram @paija02_