Teman Kandung Oleh Najwa Kamilah Angin sore di Malang berhembus kencang, sangat sejuk rasanya mencium aroma tanah yang basah setelah hujan. Aku termenung di balkon…
Di Persimpangan Dua Harapan Oleh Maulida Az-Zahra Langit kampus pagi itu berwarna biru pudar, seperti cat dinding yang pelan-pelan luntur tetapi tetap menyimpan sisa kilau. Anis…
Izinkan Aku Berjuang Oleh Roman Adiwijaya Suara sirine ambulans sayup-sayup terdengar menembus dinding kamar kosku yang lembap. Di layar laptop, kursor berkedip-kedip di …
Panggilan Itu Datang Oleh Novia Fatma Azzahra Tawaran yang kukira hanya pertanyaan biasa, kini menjadi kenyataan. Siapa yang tidak mau menerima panggilan itu. Sore kala i…
Dulu Gue Cuma Nyamuk — Sekarang Jadi Pacarnya Oleh Dimas Andrean 1. Waktu aku masih kelas sepuluh, aku cuma anak baru biasa—rambut gondrong sedikit, seragam kebesaran, dan percaya diri tinggi pad…
Rie, Ini Beberapa Pengakuanku Oleh Yessi Alma’wa /1/ Rie, hampir lima tahun lamanya kita tak saling menyapa. Aku menghormati kebencianmu yang abadi itu terhadapku. Bagaimana tidak…
Pada Waktunya, Cinta Akan Saling Menemukan Oleh Zikri Amanda Hidayat Cinta sama halnya dengan hidup, penuh misteri. Mereka seperti beriringan, memberi tirai kejutan untuk orang-orang yang perc…
Jauh dari Rumah, Dekat dengan Mimpi Oleh Tesa Maika Putri Suara mesin bus beralun rendah, beradu dengan rintik hujan yang mulai membasahi kaca jendela. Laras menyandarkan kepalanya dan …
Sisa Uang di Saku Kiri Oleh Nia Rahmayuni Jam weker di pojok kamar kos bergetar keras. Bunyi jarumnya terdengar jelas karena hanya itu yang bergerak di pagi hari. Rania mem…