Kuliah

Sisa Uang di Saku Kiri

Oleh Nia Rahmayuni Jam weker di pojok kamar kos bergetar keras. Bunyi jarumnya terdengar jelas karena hanya itu yang bergerak di pagi hari. Rania mem…

Barang yang Tak Pernah Sampai

Oleh Nia Rahmayuni Pagi di kota Padang selalu ramai oleh riuh kendaraan dan aroma nasi goreng pinggir jalan. Rafa, seorang mahasiswa semester lima di…

Tidak Ada Tempat Pulang Selain Diri Sendiri

Oleh Ema Ramadhani Hujan rintik-rintik menggantung di langit Kota Laverra, kota yang selalu padat oleh mahasiswa perantauan. Di sinilah Aruna memula…

Aku dan Organisasiku

Oleh Silvi Nur Karimah Silvi, Ustadzah, Hafidzah, Friendly, dan lainnya, mungkin itu sebagian kecil sebutan buat aku yang telah menginjak status maha…

DAUN dan WAKTU

Oleh Muh. Akbar Saputra Tidak seperti pagi-pagi sebelumnya, dingin Jogja pagi itu terasa begitu menusuk sampai ke tulang. Ayyara membenarkan syal yan…

Beda Koordinat

Oleh Audy Damayanti Minggu pagi yang indah. Awan bersahabat, angin berhembus tenang. Ya, itulah kondisi hari itu ketika aku memandang langit yang cer…

Cahaya Pagi di Balik Gedung Fakultas

Oleh Riri Yunita Mentari pagi menyembul perlahan di antara gedung-gedung kampus ketika Aruna melangkah keluar dari kos. Udara yang masih sejuk membel…

Teman Kandung

Oleh Najwa Kamilah Angin sore di Malang berhembus kencang, sangat sejuk rasanya mencium aroma tanah yang basah setelah hujan. Aku termenung di balkon…

Di Persimpangan Dua Harapan

Oleh Maulida Az-Zahra Langit kampus pagi itu berwarna biru pudar, seperti cat dinding yang pelan-pelan luntur tetapi tetap menyimpan sisa kilau. Anis…
© Sepenuhnya. All rights reserved.