Kuliah

Panggilan Itu Datang

Oleh Novia Fatma Azzahra Tawaran yang kukira hanya pertanyaan biasa, kini menjadi kenyataan. Siapa yang tidak mau menerima panggilan itu. Sore kala i…

Dulu Gue Cuma Nyamuk — Sekarang Jadi Pacarnya

Oleh Dimas Andrean 1. Waktu aku masih kelas sepuluh, aku cuma anak baru biasa—rambut gondrong sedikit, seragam kebesaran, dan percaya diri tinggi pad…

Rie, Ini Beberapa Pengakuanku

Oleh Yessi Alma’wa /1/ Rie, hampir lima tahun lamanya kita tak saling menyapa. Aku menghormati kebencianmu yang abadi itu terhadapku. Bagaimana tidak…

Pada Waktunya, Cinta Akan Saling Menemukan

Oleh Zikri Amanda Hidayat Cinta sama halnya dengan hidup, penuh misteri. Mereka seperti beriringan, memberi tirai kejutan untuk orang-orang yang perc…

Jauh dari Rumah, Dekat dengan Mimpi

Oleh Tesa Maika Putri Suara mesin bus beralun rendah, beradu dengan rintik hujan yang mulai membasahi kaca jendela. Laras menyandarkan kepalanya dan …

Sisa Uang di Saku Kiri

Oleh Nia Rahmayuni Jam weker di pojok kamar kos bergetar keras. Bunyi jarumnya terdengar jelas karena hanya itu yang bergerak di pagi hari. Rania mem…

Barang yang Tak Pernah Sampai

Oleh Nia Rahmayuni Pagi di kota Padang selalu ramai oleh riuh kendaraan dan aroma nasi goreng pinggir jalan. Rafa, seorang mahasiswa semester lima di…

Tidak Ada Tempat Pulang Selain Diri Sendiri

Oleh Ema Ramadhani Hujan rintik-rintik menggantung di langit Kota Laverra, kota yang selalu padat oleh mahasiswa perantauan. Di sinilah Aruna memula…
© Sepenuhnya. All rights reserved.