Pelukan yang Berubah Menjadi Ketegaran Tanggal 14 Juli seharusnya menjadi hari yang membahagiakan bagi Rachel. Hari itu adalah hari ulang tahunnya. Sejak pagi, Rachel membayangkan ucapan s…
Ibu, Garam Itu Masih Tersisa Hai, namaku Alfian, anak dari keluarga yang sederhana. Sejak kecil, aku sudah terbiasa makan seadanya, jauh dari seperti makanan yang dibawa oleh tem…
Adik Kecilku Hidup di pedesaan dengan suasana yang jauh dari kebisingan kota adalah hal yang sangat Ria syukuri. Laut dan pantai yang begitu dekat, tetangga yang …
Kesempatan Kedua Malam itu, laut tampak lebih gelap dari biasanya. Ardiansyah berdiri di atas perahu kayunya yang bergoyang pelan diterpa ombak. Angin asin menerpa wa…
Lelaki yang Memanggilku Anak Lusi berdiri di depan jendela bus yang mulai melambat memasuki desa tempat ia dilahirkan. Dari balik kaca yang sedikit berembun, hamparan sawah hijau…
Sebuah Doa “Keputusan Ayah sudah bulat Naira! Kamu harus masuk pesantren!” bentak ayah. “Ini pertama kalinya ayah bentak Naira. Naira kecewa sama ayah!” Naira m…
Luka yang Tak Terlihat Waktu aku masih kecil dan belum mengerti kenapa orang-orang dewasa di sekitarku gemar saling melukai dengan lidah dan tinju. Ibu dengan bibirnya yang…