Rie, Ini Beberapa Pengakuanku Oleh Yessi Alma’wa /1/ Rie, hampir lima tahun lamanya kita tak saling menyapa. Aku menghormati kebencianmu yang abadi itu terhadapku. Bagaimana tidak…
Separuh Oleh Mufidatul Ameilia Namaku Sarah. Selamat datang di bilik sunyi dalam kepalaku, sebuah semesta yang teranyam dari untaian halu, harapan yang terla…
Arti Sebuah Percaya “Ada satu hal yang tidak akan lepas dari dalam diri manusia dan membuatnya tetap hidup, betapapun Tuhan mengujinya. Itu adalah rasa percaya.” Dari je…
Aku Bisa Oleh Isnaini Rammahdina Di suatu pagi yang cerah, seperti biasa anak perempuan berambut panjang, berwarna kulit sawo matang, berjalan menuju gerbang …
Pahitnya Kehidupan Pasti akan Berbuah Manis Oleh Ahmad Syafiul Anam Pemuda yang pantang menyerah bernama Febri, seorang anak dari orang tua sederhana yang memiliki 3 seorang saudara kandung, di…
Lampu Petromaks di Balik Jendela Oleh Dimas Andrean Namaku Damar. Umurku lima belas tahun. Dan tiap malam, cahaya petromaks adalah satu-satunya hal yang menyalakan harapanku. Rumahku…
Gulai Kepala Ikan Oleh Kamila Nurul Qalbi Seorang pria paruh baya tengah mengecek motor kebanggaannya yang biasa ia gunakan untuk berdagang crepes sehari-hari. Sesekal…
Kalpataru buat Pak Tukiman Oleh Ela Wiji Pamusti Di sebuah desa di tepi bukit tinggallah sebuah keluarga kecil yang sederhana, kepala keluarga tersebut bernama Pak Tukiman, pe…
Harga Sebuah Kebenaran Oleh Yessi Alma’wa Di dalam ruang persidangan yang penuh sesak dan sedikit pengap, saya duduk dengan tegap. Dalam pikiran, saya bergelut dengan perta…